Senin, 20 April 2009

Pengertian TV Digital dan dampak-dampaknya

Nama : Yosefat Kristiana Depa
NIM : 153070196
Kelas : E

 Pengertian TV Digital
Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarakan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. Digital merupakan gambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 yang disebut dengan bilangan biner. Digital adalah suatu alat untuk memperkuat dan membersihkan sinyal. Aplikasi dari teknologi digital adalah
a) Kamera digital
b) Tv digital
c) Jam digital, dan
d) Komputer digital.
Penyiaran digital secara fundamental berbeda dengan analog dimana 1 kanal frekuensi hanya membawa 1 program. Pada siaran digital teresterial 1 kanal dapat membawa lebih dari 10 program. Dengan menerapkan sistem siaran digital maka akan terjadi efisiensi penggunaan kanal. Teknologi digital menggunakan teknik multiplek yang berfungsi untuk memancarkan 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda.
Siaran TV digital didukung oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan TV digital juga didukung oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan frekuensi sama sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spectrum. Satu penyelenggara televisi digital meminta spektrum dalam jumlah yang cukup besar, dalam arti tidak hanya 1 kanal pembawa melainkan lebih dari 1. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan untuk mentransfer program dari stasiun TV lain yang ada di dunia menjadi satu paket layanan seperti penyelenggaraan TV kabel yang ada saat ini.
Disini kita mengambil contoh salah satu standar televisi digital internasional adalah televisi resolusi tinggi atau high- definition television (HDTV) yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 dolby digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas dengan warna-warna matang dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia. TV Digital disini bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital melainkan sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code).
Keuntungan dari teknologi digital adalah menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. Di seluruh dunia ada 3 standar TV Digital yaitu DTV (Digital Television, standar di USA), DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial, standar di Eropa) dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial, standar di Jepang). Semua standar di atas berbasiskan OFDM dengan error correcting code reed Solomon atau convolutional coding dan audio codingnya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T.
 Sistem TV digital
Perspektif bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Sistem yang digunakan dalam TV digital adalah sistem satu (1) kanal yang frekuensinya bisa digunakan lebih dari satu siaran bahkan hingga sepuluh siaran. Desain dan implementasi sistem siaran TV digital terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. TV digital memerlukan tersedianya kanal dengan laju tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.
Sistem penyiaran TV digital yang ada di Indonesia dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat dan keunggulan dari TV digital tersebut. TV digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap wilyah (area) penyiaran. Karakterisitk sistem penyiaran TV digital sama di radius yang sama. Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T) sebagai standar nasional Indonesia karena dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Tim Nasional Migrasi TV dan Radio dari Analog ke Digital, teknologi DVB-T lebih unggul dan memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan teknologi penyiaran digital lainnya. Teknologi ini mampu memultipleks beberapa program sekaligus dimana enam program siaran dapat ”dimasukkan” ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz dengan kualitas jauh lebih baik. Disamping itu penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan sampai enam program siaran lagi untuk penerimaan bergerak (mobile). Hal ini sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru.
Bagi industri radio akan menggunakan teknologi DAB (Digital Audio Broadcasting) yang dikembangkan sebagai penyeimbang teknologi DVB-T sebagaimana sudah di implementasikan di lebih dari 40 negara khususnya negara-negara Eropa. Teknologi DAB bila dikembangkan menggunakan teknologi Digital Multimedia Broadcasting (DMB) yaitu dengan menambahkan DMB multimedia prosesor akan mampu menyiarkan konten gambar bergerak sebagaimana siaran TV. Hal ini telah menstimulasi para pelaku industri radio untuk mengembangkan bisnisnya dengan menambah konten berupa gambar bergerak, seperti informasi cuaca, peta jalan, video clip dan film yang terjadi di industri televisi. Dalam industri TV secara total bermigrasi ke digital karena tuntutan perkembangan teknologi, migrasi digital dalam industri radio hanya sebuah pilihan karena teknologi radio FM dianggap sudah cukup memiliki kualitas dan efisiensi yang baik.

 Dampak TV digital
Dampak positiv dari televisi digital adalah memberikan kemudahan bagi penonton di rumah dalam menyaksikan siaran-siaran program televisi, bagi rumah produksi atau production house (PH) dan bagi pemerintah. Dengan adanya TV digital para penonton di rumah dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang belum pernah dinikmati sebelumnya. Fiture Picture in Picture (PIP) dapat mempersingkat kita untuk mengganti channel atau untuk memindahkan saluran. Teknologi digital dapat mempermudah kita untuk konvergensi broadcast melalui internet.
Dampak negativ dari televisi digital contohnya dalam masyarakat pedesaan dengan adanya TV digital dengan mutu gambar yang bagus dan adanya penambahan stasiun TV membuat orang-orang lebih sering berada di dalam rumah untuk menyaksikan siaran TV sehingga menurunnya tingkat partisipasi kegiatan sosial. Hal ini juga dapat kita lihat pada kehidupan di kota dengan adanya TV digital dengan kelebihannya membuat orang menjadi lebih individual.