Yogyakarta, 18 Maret- Presiden AS Barack Obama bertemu dengan anggota kongras AS di Washington membahas pembatalan pembyaran bonus dari AIG kepada para eksekutif dan karyawan. Keputusan AIG akan berpengaruh pada konsekuensi terhadap para pembayar pajak ujar Liddy..
Liddy selaku pimpinan AIG berjanji melalui tulisan di harian The Washington Post edisi rabu (18/3) untuk membatalkan pembagian bonus kepada para eksekutif dan karyawan. Beliau memahami mengapa masyarakat marah dan menyadari bahwa keputusan AIG (American Internasional Group) mempunyai pengaruh besar terhadap para pembayar pajak. Kemarahan masyarakt kepada AIG disebabkan karena membagikan bnus kepada eksekutifnya padahal AIG bisa bertahan karena dana talangan dari pemerintah AS sebesar 30 miliar dollar AS. Dana talangan membuat perusahaan dan sistem financial menjadi stabil.
Sebenarnya pembayaran bonus ini terasa sangat berat untuk dilakukan namun karena menghadapai risiko bagi perusahaan dan sistem keuangan dan ekonomi maka akan dilakukan pembayaran bonus, hal ini dikatakan oleh Liddy yang akhirnya juga mendapat kecaman dalam pemberitaan pada bulan oktober 2008 karena menyetujui pesta-pesta terkait AIG. Liddy sendiri tidak menerima bonus. Ia hanya menyetujuinya. Isu bonus ini semakin memanas dan mengakibatkan kubu partai Republik mengtakan Partai Demokrat bersalah karena berdiam diri ketika persoalan bonus semakin ramai.
Sehubungan dengan Isu pembayaran bonus Menteri Keuangan Timothy Geithner membela Liddy. Menurut beliau kemarahan publik kepada Liddy memang perlu dipahami karena dia merupakan penanggung jawab. Namun tidak sepenuhnya Liddy yang disalahkan karena Liddy mengambil alih kepemimpinan di AIG karena diminta oleh pemerintah. Geithner juga mengatakan sekarang sedang bekerjasama dengan Departemen Kehakiman untuk mencari tahu cara membatalakan pembagian bonus. (Kris/153070196)
Jumat, 20 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar