Nama : Yosefat Kristiana Depa
NIM : 153070196
KLS : D
Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan dalam pola perilaku masyarakat yang pada akhirnya mengubah bentuk kota di masa mendatang. Perubahan pola perilaku tersebut bukan semata-mata merupakan hubungan sebab akibat (causal effect), melainkan suatu proses yang berlangsung terus menerus sehingga perilaku baru menjadi terbentuk. Pada intinya perubahan pola perilaku masyarakat perkotaan merupakan proses adaptasi ketika menggunakan teknologi informasi dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu: perubahan dalam pola pergerakan, pola aktivitas dan interaksi social. Berawal dari peralatan sederhana PC 286 bekas & teknologi amatir radio paket 1200bps di tahun 1992-an. Teknologi Internet amatir radio sederhana berbasis ORARI mulai debut Internet Indonesia mengkaitkan BPPT, UI, LAPAN, Pusdata Depperindag dan ITB di tahun 1992-an. Teknologi internet telah lama tersedia. Banyak fasilitas – fasilitas yang kita dapatkan dalam penggunaan teknologi tersebut. Kita bisa bertukar informasi dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Warung Internet (WARNET) menjadi alternatif akses Internet di kota besar Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Surabaya saat ini terdapat antara 40-70 WARNET tiap kota. Adanya mailing list, para pengguna jasa WARNET saling tolong dan berbagi pengetahuan. Dalam dunia Wireless Application Protocol (WAP) menjadi andalan yang memungkinkan konvergensi content Internet ke peralatan handphone. Penyelenggara infrastruktur GSM handphone di Indonesia tampaknya telah siap. Beberapa content provider seperti detik.com telah mulai menyiapkan fasilitas untuk mengintegrasikan diri ke infrastruktur WAP pertengahan tahun 2000. Dari pengalaman teknologi pendahulunya, seperti DataTAC Motorola oleh PT. Infokom Elektrindo, aplikasi yang menarik bagi pengguna Komputer bergerak terutama unified messaging yang mengintegrasikan e-mail, fax dan SMS dalam satu kesatuan dan saling berkomunikasi tanpa kesulitan.
Perkembangan penggunaan teknologi informasi salah satunya ditunjukkan dengan makin pesatnya jumlah masyarakat yang menggunakan internet. Fenomena berkembangnya Internet juga terjadi di kota-kota besar di Indonesia, khususnya di kota Bandung. Kota Bandung dapat dikatakan sebagai kota pendidikan dan pusat telekomunikasi. Internet yang dianggap sebagai teknologi baru, dipakai sebagai trend teknologi. Oleh karena itu setiap bentuk perubahan perilaku masyarakat yang terjadi akibat penggunaan internet diperkirakan akan terjadi pertama kali di kota Bandung ini.
Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan internet terhadap perubahan pola perilaku masyarakat perkotaan di kota Bandung. Sejauhmana Internet dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat setelah penggunaan secara intensif akan menjadi satu bahan kajian yang menarik. Adapun responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah pekerja yang berasal dari berbagai profesi, pemilik atau pengelola 'warnet', ISP dan PT Telkom. Pemaparan dampak dari responden yang terkait dengan penggunaan internet dieksplorasi dalam bentuk wawancara semi terstruktur dan melalui pengisian kuesioner. Temuan studi menunjukkan bahwa telah terjadi evolusi penggunaan internet, dari penggunaan untuk fungsi sederhana (komunikasi) menjadi penggunaan dengan fungsi yang spesifik. Temuan studi lainnya menunjukkan bahwa pengguna internet merupakan masyarakat yang berpendidikan tinggi (well educated) dan mampu secara finansial (well _financed). Dampak yang teridentifikasi akibat penggunaan internet secara intensif dapat dibagi berdasarkan kriteria yang telah dirumuskan sebelumnya, yaitu pola pergerakan, pola aktivitas dan implikasinya terhadap interaksi sosial. Tidak ada reduksi pergerakan di masyarakat yang terjadi akibat penggunaan internet kecuali untuk beberapa perjalanan yang tidak rutin dilakukan. Pola aktivitas masyarakat mengalami perubahan dengan makin banyaknya profesi yang terkait dengan pemanfaatan internet untuk digunakan sebagai bagian dari pekerjaan. Interaksi sosial sebagai implikasi dari berubahnya pola pergerakan dan pola aktivitas juga mengalami perubahan, ditandai dengan menurunnnya intensitas pertemuan tatap muka untuk melakukan komunikasi sederhana seperti ngobrol dan diskusi, sedangkan pertemuan yang membutuhkan kontak fisik dan ikatan emosional kuat tidak dapat digantikan oleh penggunaan internet.
Saat ini, Internet di Indonesia mulai subur di dorong anak muda hingga pemakai sekitar satu juta orang dan terus bertambah. Isu berkisar di dua bidang utama yaitu akses Internet dan aplikasi-nya, yang mempunyai konsekuensi tidak hanya dari sisi teknologi tapi juga bidang lain seperti ekonomi, sosial, budaya, hukum & pendidikan. Keberadaan cyberlaw, cyber-policy & badan setingkat menteri di Indonesia sangat diperlukan untuk memfasilitasi pemanfaatan maksimal konvergensi wahana 3C (computer, communication & content). Kebebasan merupakan ciri khas wahana internet Semakin dibebaskan semakin marak dunia Internet & IT di Indonesia, bahkan mungkin sebaiknya dibuka investasi asing 95% seperti kesepakatan di WTO bahkan bila perlu diberikan insentif pada investor daripada bertumpu kebijakan berhutang ke IMF, ADB & Bank Dunia. Kemampuan Indonesia berkiprah dalam dunia informasi & internet sangat bergantung pada jumlah / massa orang terdidik. Kegagalan dalam meningkatkan jumlah orang terdidik di Indonesia akan melemahkan kemampuan Indonesia untuk berkiprah dan bertahan di dunia maya. Jelas sekali bahwa pendidikan menjadi isu yang sangat sentral bagi keberhasilan pembangunan dunia informasi Indonesia. Di atas infrastruktur internet pendidikan yang sifatnya swadaya masyarakat harus dijalankan program penunjang pendidikan, seperti pendidikan jarak jauh via Internet, menggunakan Web atau diskusi melalui e-mail, newsgroup. Pola diskusi interaktif ini merupakan pola yang sangat handal untuk mentransfer pengetahuan implisit / tacit. Jaringan internet pendidikan dan pendidikan jarak jauh merupakan sarana pengiriman informasi / pengetahuan saja. Sarana transfer informasi / pengetahuan hanya menarik jika ada koleksi pengetahuan yang dapat di transfer. Koleksi pengetahuan berupa karya tulis, thesis, tugas akhir, laporan penelitian adalah bahan yang bernilai sangat tinggi dalam bagi proses pendidikan jarak jauh. Kemudahan akses pengetahuan ini bukan mustahil mempercepat perputaran pengetahuan di Indonesia yang akhirnya mempercepat proses pemandaian bangsa. Kecepatan perputaran pengetahuan yang cepat melalui wahana Internet memungkinkan seorang menjadi pakar melalui “pendidikan” informal dan otodidak.
Dampak yang ditimbulkan setelah penggunaan internet secara intensif merupakan salah satu bentuk dari fenomena `time space compression ' yang membuat masyarakat menjadi lebih statis dan tidak membutuhkan pengalokasian lahan khusus untuk melakukan aktivitas. Rumah dan `warner menjadi lokasi yang multifungsi dengan berbagai aktivitas dapat dilakukan secara bersamaan. Pada akhirnya dampak tersebut harus diantisipasi oleh Pemerintah, tempat kerja dan pihak terkait lainnya yaitu dengan cara menyiapkan mekanisme dan perangkat yang jelas dan tepat bag para pekerja agar dapat memanfaatkan fungsi internet dengan lebih optimal. Dampak negatif dengan adanya internet yaitu: Banyak anak – anak di bawah umur mnyimpan gambar – gambar ataupun videoporno atau video yang tidak sopan. Mau tidak mau kita harus menerima adanya teknologi terbaru tersebut, akan tetapi tetap berpegang teguh pada norma – norma yang berlaku. Pada akhirnya teknologi informasi hanya alat bantu. Faktor manusia akan sangat menentukan kebaikan teknologi tersebut terutama untuk beramal bagi sebanyak mungkin umat manusia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar