Nma : Yosefat Kristiana Depa
NIM : 153070196
KLS : E
Komunitas Virtual merupakan sebuah kelompok atau komunitas di dalam dunia maya atau cyberspace, yang mempunyai kesamaan hoby dan kesamaan tujuan dimana kita tidak bisa saling bertemu dan bertatap muka karena kita tidak dalam waktu dan ruang yang bersamaan. Melalui komunitas virtual ini para anggota-anggotanya dapat berdiskusi dan mengadakan forum serta dapat berinteraksi secara langsung sesama anggota-anggotanya. Dalam komunitas virtual ini, rahasia pribadi dari anggota-anggotanya menjadi konsumsi umum dan komunitas ini lebih percaya kepada isu-isu atau rumor yang beredar daripada informasi yang sebenarnya.
Dalam Komunitas virtual membutuhkan cyberspace atau dunia maya, Komunitas virtual bisa dan dapat dijadikan sebagai media untuk komersil, Komunitas virtual biasanya menggunakan nickname atau nama samaran dalam berinteraksi dengan anggotanya, Dalam komunitas virtual model komunikasinya adalah asynchronous karena pengirim dan penerima pesan tidak berada pada waktu dan tempat yang sama.
Komunitas virtual dapat dikategorikan menjadi 4 kunci karakteristik, motif, kardinilitas, isi, dan otonomi.
• Berdasarkan motifnya, komunitas virtual dapat dibagi menjadi tiga yaitu motif untuk menjalin hubungan antar manusia, motif untuk mendapatkan informasi, dan motif untuk bertransaksi.
• Berdasarkan kardinilitasnya, komunitas virtual bisa bersifat interaksi satu ke satu, satu ke banyak dan banyak ke banyak. Kardinilitas menggambarkan siapa yang mengontrol proses pertukaran informasi. Contoh dari interaksi satu ke satu yaitu pada private chat.
• Berdasarkan isinya, isi dari sebuah komunitas virtual dapat berasal dari individu-individu yang berada didalamnya berupa diskusi-diskusi online dan pembuatan halaman web (blog) dari individu-individu itu, bisa juga berasal dari penyedia layanan komunitas dan bersifat tradisional, dalam kasus ini adalah pemerintah yang memberikan pengumuman namun pengumuman itu harus bersifat konsisten dan terkontrol dengan ketat.
• Berdasarkan otonomi yang dimiliki dari sebuah komunitas virtual memiliki arti apakah komunitas virtual itu berdiri sendiri atau dimiliki bersama oleh anggota komunitas dan memiliki aturan yang telah disepakati bersama antar anggota komunitas itu.
Motif saling menukar informasi, memiliki infrastruktur Komunikasi semakin lebih efektif setelah munculnya media komunikasi dengan menggunakan internet atau “the network of the network”. Istilah komunitas ini lebih cenderung digunakan dalam lingkungan internet. Dalam konteks ini internet dikenal sebagai media komunikasi virtual. Komunikasi virtual adalah proses penyampaian pesan melalui ruang maya (cyberspace) yang bersifat interaktif sedangkan virtual community adalah anggota dari suatu kelompok atau masyarakat di dunia online tersebut. Komunitas virtual muncul didalam ruang media berbasiskan komputer dimana aktivitas dan interaksi antarpara anggota komunitas menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Komunitas virtual berguna untuk mengumpulkan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan mereka dapar berdialog lewat discussion board dan juga lewat mailing list dan dialog mereka dapat disimpan untuk kemudian dapat dipelajari kembali. Komunikasi virtual (virtual communications) sering disalahpahami sebagai “alam maya” namun sebenarnya keberadaan system elektronik itu sendiri adalah konkrit di mana komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di dunia. Layanan yang ditawarkan juga beragam. Kita dapat menikmati fasilitas-fasilitas seperti e-mail, chatting (IR Chat),web dan facebook.
a) E-mail
Merupakan layanan internet yang diminati banyak orang di dunia. E-Mail adalah suatu bentuk layanan internet yang menawarkan penyampaian pesan secara luas. E-mail atau “electronic mail” berbentuk asynchronous communications (komunikasi asinkronis), artinya pengirim pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang sama.
Kelebihan :
Proses komunikasinya bersifat terbuka, artinya pengirim dan penerima pesan memiliki kepentingan yang sama.
Kekurangan :
• Feedback tertunda, hal ini berarti pesan yang dikirim langsung oleh pengirim tetapi pesannya tidak dapat diterima langsung dan feedback-nya tidak langsung dikirimkan kepada pengirim e-mail tersebut. Penerima harus melakukan connection untuk bisa menjawab pesan yang dikirim oleh pengirim.
• Penyampaian pesan antara sender dan recipient tergantung pada prinsip-prinsip semantic.
• Pengirim dan penerima pesan pada umumnya sudah saling mengenal.
• Memungkinkan terjadinya salah persepsi dan pemberian makna pada pesan yang diterima karena tidak terdapatnya petunjuk linguistic ataupun petunjuk prosemik (tinjauan psikologis).
b) Chatting (Internet Relay Chat)
Ini merupakan layanan yang banyak diminati oleh para remaja di seluruh dunia. Di mana layanan room chat ini menawarkan kita untuk dapat berinteraksi secara langsung kepada banyak orang. Room chat atau biasa disebut chatting adalah suatu program untuk para pengguna internet di mana saja. Tujuannya adalah agar setiap orang dapat mengenal satu sama lain yang berada di belahan dunia lain. Chatting bersifat synchronous communications yaitu pengirim dan penerima pesan berada pada tempat dan waktu yang sama atau dilakukan oleh dua orang atau lebih pada saat bersamaan di chat room. Termasuk media komunikasi interaktif. Ada banyak layanan yang dapat kita nikmati misalnya MIRC atau Yahoo! Messanger (YM). Dengan chatting kita dapat melihat wajah orang yang baru kita kenal apa bila computer kita dilengkapi dengan camera sehingga dengan webcam kita dapat berinteraksi secara tatap muka dengan orang tersebut.
Kelebihan :
• Dapat berinteraksi secara tatap muka, dengan webcam
• Feedback dapat langsung dirasakan secara berulang-ulang (direct feed back synchronous)
• Bebas berinteraksi
• Dapat berinteraksi dengan banyak orang di seluruh dunia
• Komunikasi yang terjalin dapat berlanjut
Kekurangan :
• komunikasinya bersifat tertutup
• bentuk pesan tergantung pengirim dan maknanya terkadang susah dipahami oleh penerima
• bahasa yang digunakan, pengetahuan semantic, budaya serta etika dapat menjadi kendala dalam melakukan interaksi chatting.
• Hambatan teknis, seperti disconnect ataupun server down, yang tidak memungkinkan computer yang digunakan terkoneksi dalam jaringan internet.
c) Website
Secara teknis websites adalah sebuah system di mana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet webserver dipresentasikan dalam bentuk hypertext. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk memasang informasi secara on line dan bersifat virtual (maya) yang memiliki kaitan (link) informasi yang tidak terbatas.
Web dapat diakses oleh perangkat lunak web client yang disebut Browser. Browser membaca halaman-halaman web yang tersimpan dalam webserver melalui protocol yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Beberapa yang cukup popular Microsoft Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Mozila Fox,dll. Adapula produk browser yang hanya dikenal dikalangan terbatas.
Kelebihan :
• Dapat dinikmati kapan saja
• Informasi yang ditawarkan sangat lengkap
• Bebas mencari informasi
• Informasi bersifat umum
• Informasinya lebih aktual
• Informasinya juga bersifat highlight
Kekurangan :
• Feedback bersifat asynchronous communications
• Hambatan mekanis, yakni server down, disconnect dan conection failed. Tidak terjadinya koneksi antara computer user dengan jaringan internet.
• Hambatan bahasa dari web dominant luar negeri yang lebih banyak eksposurenya disbanding web dominant dalam negeri.
• User terkadang tidak tahu untuk mengeksplorasi suatu web melalui icon- icon yang terdapat dalam web.
• Adanya keterbatasan informasi dalam web yang diinginkan oleh user sehingga tidak memberikan kepuasan pada pengguna.
d) Facebook
Seperti yang di rilis dalam Press Room official situs Facebook dinyatakan bahwa web jaringan sosial ini pertama kali diluncurkan pada tahun 6 Februari 2004 dan bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu tanpa harus terikat oleh jarak dan sekat-sekat geografis. Facebook ditemukan pada bulan Januari 2004, Facebook adalah sebuah sarana sosial yang membantu masyarakat untuk berkomunikasi secara lebih effisien dengan teman-teman, keluarga dan teman sekerja. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang memudahkan dalam sharing informasi melewati social graph, digital mapping kehidupan real hubungan sosial manusia. Siapun boleh mendaftar di Facebook dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal dalam lingkungan saling percaya.
Penemu situs pertemanan ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa “droup out” Universitas Harvard Amerika Serikat. Pada usia 20 tahun, Zuckerberg meluncurkan “The Facebook”. Awalnya diperuntukkan khusus bagi mahasiswa Universitas Harvard. Hanya dalam 24 jam setelah diluncurkan, 1.200 mahasiswa Harvard sudah menjadi anggota. Dalam sebulan separuh warga Harvard menjadi anggota. Keberhasilan ini membuat Zuckerberg membuka keanggotaan “The Facebook” untuk seluruh mahasiswa di Boston.
Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan penggunanya adalah pelajar, mahasiswa, dosen, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional. Demam Facebook adalah kelanjutan dari keberhasilan situs komunitas Friendster yang berhasil menjaring 12 juta “registered users” atau sekitar 60% pengguna internet di Indonesia (Friendster.com; Juli 2008). Facebook memiliki sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting, tag foto, blog, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih keren dari Friendster.
Kehebatan Facebook adalah simpel dan elegan, didukung dengan banyak fitur dalam satu halaman. Spontanitas membuat orang enjoy dengan Facebook. Mereka bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dipikirkan atau yang dilakukan oleh teman-temannya sekaligus bisa langsung memberikan komentar. Semua berada pada satu halaman.
Kelebihan dan kekurangan komunikasi virtual
Kelebihan
• Memecahkan persoalan materialisme dan konsumenisme
Lewat komunikasi virtual kita dapat mengetahui semua yang ada di dunia ini. Bila membutuhkan sebuah bacaan tidak perlu membeli surat kabar tapi cukup browsing internet
• Mengurangi konflik sosial, ekonomi dan politik
Bila didunia nyata, interaksi individu sering memunculkan konflik sedangkan pada dunia maya munculnya konflik sangat sedikitsekali
• Memecahkan persoalan kebebasan dan demokrasiCyberspace menjadi sebuah public sphere yang ideal dan tidak ditemukan dalam kehidupan nyata
• Terbebas dari urban decay dan social disintegration
• Persoalan kemacetan, kepadatan penduduk, sampah dapat dikurangi dengan kehidupan virtual
Kekurangan
• Cyberspace menjadi penyalur hasrat seks, kejahatan, kedangkalan, sadism.
• Cyberspon, menjadi persoalan masa depa karena cyberspace tanpa identitas.
• Cyberspace menjadi ajang kebrutalan semiotic.
• Penggunaan internet yang berlebihan akan menjadikan seseorang menjadi over, dan jika berlanjut akan menjadi hyper.
Manfaat Komunikasi Virtual
• Dapat memberikan kesempatan bagi orang-orang yang bekerja sebagai pemasar produk terutama produk yang berkaitan dengan teknologi.
• Bila komunitas virtual diimplementasikan dalam strategi pemasaran, maka dapat berpotensi menimbulkan efek exponensial dalam menyebar luaskan kegiatan pemasaran.
• Dapat membentu orang berkomunikasi dengan orang lain seperti lewat chatting
• Dapat memberikan orang bertemu dengan teman lamanya melalui facebook.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar